Sumarni
Pagi-pagi sekali sumarni harus membantu ibunya menata dagangan mereka.
"pyarrrr" (tiba-tiba sebuah gelas
kecil pecah tak sengaja oleh tangan sumarni yang agak ceroboh).
"astagfirullah...." spontan sumarni. ibunya melihat dan sedikit jengkel,
"Marniiiii....kamu ini gimana sih???ceroboh sekali kamu, masak cuman
menata dagangan aja harus memecahkan gelas, bodoh!" .kesal bu tumina.
secara tiba-tiba hati sumarni serasa dihantam oleh batu dari vulkanik.
"(sumarni hanya diam)". selang beberapa menit kemudian. Risa dan KLara
(teman sekelas sumarni) menjemput sumarni untuk berangkat sekolah dengan
mengendarai mobil avanza milik orangtua nya klara.
"Assalamu'alaikum....ibuk?? Sumarni nya ada?" tanya klaran dan Risa.
"Ada mbak, anaknya ada didalam ,masuk aja"
klara dan risa menyolong masuk kekamarnya sumarni. "marni..."sahut risa.
"eh..klara ..risa.. tunggu ya" (beberapa menit kemudian mereka bertiga berangkat kesekolah)
"ibuk...marni berangkat dulu" pamit sumarni
"ibuk...marni berangkat dulu" pamit sumarni
"kita juga bu...Assalamu'alaikum" sahut klara dan risa.
"iya...hati-hati dijalan, gak usah ngebut-ngebut"kata buTumina.
(saat
dimobil) mata sumarni menatap klara dan risa. klara yang menyetir mobil
dan risa berada dibelakang dia. dengan disadaripun klara dan risa
merasa diperhati'in sama sumarni. "kamu kenapa sih mar?"tanya risa
"hemmm......". "kanapa sih??" sahut klara.
"akuuuu.... merasa aneh dengan kalian" jwb marni. "APA?????"
"kok gitu, emank kita aneh kenapa mar?"
"kalian kok mau yang berteman dengan aku?? kan orangtuaku ga kaya seperti orangtua kalian, mmm lagian aku juga
ga pinter kan dikelas, sangat biasa aja. terus alasan kalian mau berteman dengan aku apa???"
"hah???? kamu kok sempet-sempetnya mikir gitu mar"tanya risa
"iya
mar...emank wajah kita terlihat seperti orang-orang dalam sinetron yang
berpura-pura baik karna ada tujuan nya??? yak ampun mar, parah ya kamu"
sahut risa
"sorry
ya, ma'av atas segala perkataanku, aku menyesal bilang seperti itu,
makasih kalau kalian mau berteman dengan ku apa adanya. jujur aku iri
sekali sama kalian, aku ga punya satupun dari kalian
miliki, kalian cantik, pinter, rajin sholat, orangtua kalian kaya, bagi
aku...kalian itu sempurna banget, orangtua kalian pun juga baik sama
siapa aja sedangkan aku.... " sumarni berhenti bicara lalu menangis.
"Marni....yakinlah.
pasti ada kelebihan dari kamu yang gak kita punya, mungkin saat ini
belum tampak dari luarnya, tapi yakinlah entah kapan atau suatu saat
nanti, kamu pasti tau" jawab risa.
"iya marni, dan satu hal lagi. kita itu sama lagi, gak punya apa-apa, bayinya kita aja sama, yang menentukan kita punya orangtua kaya atau miskin, cantik atau jelek, hanya Allah , dan inget, dibalik semua itu, Allah punya skenario yg baik yg belum kamu ketahui, Allah itu bukan ingin menganiaya hambanya. ada hikmah dibalik semua itu, kitapun bisa bertemu juga karna ada keterkaitan, ma'av ya marni aku dan risa bertemu kamu mungkin untuk mensuport kamu, mendorong cita-cita kamu, karna setiap orang punya hak untuk itu, gak ada halangan baik itu miskin atau kaya jika Allah sudah berkehendak, percaya itu" sahut klara. panjang lebar
"iya marni, dan satu hal lagi. kita itu sama lagi, gak punya apa-apa, bayinya kita aja sama, yang menentukan kita punya orangtua kaya atau miskin, cantik atau jelek, hanya Allah , dan inget, dibalik semua itu, Allah punya skenario yg baik yg belum kamu ketahui, Allah itu bukan ingin menganiaya hambanya. ada hikmah dibalik semua itu, kitapun bisa bertemu juga karna ada keterkaitan, ma'av ya marni aku dan risa bertemu kamu mungkin untuk mensuport kamu, mendorong cita-cita kamu, karna setiap orang punya hak untuk itu, gak ada halangan baik itu miskin atau kaya jika Allah sudah berkehendak, percaya itu" sahut klara. panjang lebar
Sumarni hanya menatap klara dan risa dengan mata berkaca-kaca
"
iya...aku harus yakin,hanya buth waktu, berusaha dan mananti, makasih
ya kalian udah baik banget sama aku, aku jadi semangat mengejar impianku
slama ini,hehehe aku pengen dari dulu bisa beli'in rumah untuk kedua
orangtua ku, biarmereka gak numpang lagi, aku harus yakin bisa menjadi
anak yg dibanggakan sama mereka"
"oke
marniii....semangatttt!!!!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar